PPDS Ilmu Penyakit Dalam Angkatan Pertama di Kampus Hijau: Dari Hiruk Pikuk Dokter Umum Menuju Pendidikan Dokter Spesialis
Transisi ritme hidup dari dokter umum IGD ke bangku kuliah sebagai mahasiswa baru angkatan pertama PPDS Ilmu Penyakit Dalam FK Unila. Sebuah cerita tentang adaptasi, kebersamaan, dan langkah awal membangun kultur spesialis yang beretika.


Keterangan: Twibbon Sponsor Mahasiswa Baru Unila
Ritme hidup saat menjadi dokter umum jaga IGD, Jaga bangsal, dan Jaga Klinik memang luar biasa intens seperti kejaran waktu, keputusan cepat, dan adrenalin yang selalu terpacu. Namun, melangkah ke jenjang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bukanlah ajang untuk sekadar bernapas lega. Di minggu pertama kuliah ini, saya langsung disadarkan bahwa gerbang tanggung jawab yang jauh lebih besar dan kompleks baru saja dimulai.
Langkah awal perjuangan kami di Gedung FK Unila dibuka melalui masa Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Menyetel ulang pola pikir dari praktisi lapangan yang terbiasa bertindak sepersekian detik, menjadi pembelajar akademis yang harus duduk berjam-jam membedah metodologi penelitian dan biostatistik, ternyata membutuhkan kerendahan hati dan adaptasi yang tidak sebentar.

Keterangan: Suasana perkuliahan perdana masa MKDU lintas prodi | Ruang Teleconference Gedung B FK Unila | Juli 2026
Menariknya, di ruang kelas telekonferensi ini saya tidak hanya bersama Prodi Penyakit Dalam. Ada 22 orang mahasiswa baru dari berbagai program studi yang duduk bersama: gabungan dari teman-teman residen Bedah, Anestesi, Anak, Pulmonologi, dan tentu saja Penyakit Dalam. Suasana minggu pertama terasa sangat hidup. Bertemu dengan rekan-rekan baru dari berbagai almamater memberikan warna tersendiri. Kami saling bertukar pengalaman klinis dan mulai membangun jejaring kolegialitas sejak hari pertama.

Keterangan: Peresmian dan peluncuran Program Studi PPDS FK Unila 2026
Khusus untuk kami di PPDS Ilmu Penyakit Dalam (IPD), momen minggu pertama ini terasa berkali-kali lipat lebih istimewa karena kami adalah angkatan perintis.

Keterangan: Formasi lengkap 5 orang perintis Angkatan 1 (Juli 2026) PPDS Ilmu Penyakit Dalam, FK Unila
Tim kecil kami hanya beranggotakan lima orang [dari kiri] : Bill, Mba Risti, Mba Farah, Mba Cyntya, dan Saya (Rifqi). Latar belakang kami sangat bervariasi. Ada yang baru beberapa tahun mengabdi, ada pula yang sudah memiliki jam terbang klinis cukup panjang. Perbedaan ini justru memperkaya sudut pandang kami saat berdiskusi.
Sebagai lima orang pembuka jalan, kami sering mengobrol santai di sela-sela jam kuliah tentang apa yang ingin kami bawa ke depan. Kami sepakat bahwa selain mengejar keunggulan akademis, tugas terbesar angkatan pertama adalah meletakkan fondasi kultur belajar yang sehat. Kami bertekad membangun iklim pendidikan yang solid, suportif, dan secara tegas memutus rantai tradisi bullying yang kerap membayangi dunia pendidikan spesialis. Bagi kami, calon spesialis yang tangguh lahir dari lingkungan yang saling menghargai.
Perjalanan ke depan dipastikan tidak mudah, apalagi saat memasuki rotasi klinis nanti. Namun dengan soliditas tim berlima ini, kami siap menyongsong babak baru dengan penuh optimisme.

Keterangan: Foto Author (Rifqi) , yang tidak lupa dengan gaya khas 👍
Transisi ritme dari praktisi lapangan menjadi pembelajar akademis ini butuh adaptasi ekstra. Tapi tenang saja, Langkah pertama di Kampus Hijau, dan awalnya smooth — ditemani Nipis Madu, seger nipisnya, smooth sodanya.
I'm Ready for PKKMB Unila 2026!
#PKKMBUnila2026 #UnilaNextGen #AwalYangSmooth #TegukGakNusuk #SegerNipisnyaSmoothSodanya #MerdekaBarengNipisMadudiKampus
@official_unila @tikunila @nipismadu_id
Catatan: demi menjaga kerapian tata bahasa dan kenyamanan membaca cerita ini, proses penyuntingan naskah turut dibantu oleh asisten kecerdasan buatan, tanpa mengubah esensi pengalaman asli penulis.
Subscribe newsletter
Dapat email setiap kali Internal Medicine Chronicle publish post baru. Tanpa spam, unsubscribe kapan saja.
Privacy: email kamu cuma dipakai untuk kirim post baru dari blog ini. Tidak di-share, tidak di-jual.
Komentar (0)
Memuat komentar…
Artikel Terkait dari RIFQI FADHIL MAULANA
Topik Serupa
Bacaan Lain di Blog Unila
Tulisan terkait dari penulis lain — kurasi otomatis berdasarkan kategori & tag.
