Kesehatan

Gangguan Asam Lambung pada Mahasiswa: Yuk Belajar Hubungan Stres dengan Gangguan Asam Lambung!

Edukasi bagi mahasiswa khususnya mahasiswa baru, tentang bagaimana beban adaptasi belajar di kampus dapat memicu dispepsia, beserta tips mencegahnya.

Internal Medicine Chronicle
3 menit baca
Gangguan Asam Lambung pada Mahasiswa: Yuk Belajar Hubungan Stres dengan Gangguan Asam Lambung!

“Hidup Mahasiswa!” Mungkin ini masih membekas dan jadi slogan kebanggan bagi mahasiswa yang baru menyelesaikan acara orientasinya. Gegap gempita pengenalan kehidupan kampus mungkin sudah usai, namun tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Beradaptasi dengan ritme perkuliahan, tugas makalah yang menumpuk, hingga jadwal praktikum yang padat sering kali memberikan beban tersendiri. Sebagai alumni dari Unila yang kini melanjutkan pendidikan sebagai residen penyakit dalam lagi di Unila, saya sangat memahami bagaimana beratnya masa transisi ini dan akan berbagi melalui sedikit tulisan ini.

Satu keluhan kesehatan yang paling sering saya temukan pada mahasiswa junior di masa adaptasi ini adalah rasa nyeri ulu hati, mual, atau perut kembung, bahkan mules. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai dispepsia. Sering kali, mahasiswa mengabaikannya dan menganggap hal itu sekadar “telat makan” saja. Padahal, masalahnya tidak sesederhana itu. Ada faktor besar lain yang bermain di balik keluhan lambung ini, yaitu stres akademik.

Mengapa beban pikiran bisa lari ke lambung? Jawabannya ada pada koneksi yang disebut Brain-Gut Axis. Saluran pencernaan kita memiliki jaringan saraf yang terhubung langsung dengan sistem saraf pusat di otak. Ketika Kamu merasa kewalahan, cemas, atau kurang tidur akibat memikirkan tugas kuliah, otak akan meresponsnya sebagai ancaman dan melepaskan hormon stres. Peningkatan hormon ini secara otomatis merangsang lambung untuk memproduksi asam lebih banyak dari biasanya, sekaligus memperlambat pergerakan saluran cerna.

Fakta ini didukung oleh berbagai temuan di Indonesia. Saya ceritakan sedikit studi terbaru pada tahun 2026 yang menegaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa kedokteran dan rumpun ilmu kesehatan lainnya. Mahasiswa dengan beban adaptasi belajar yang tinggi dan tingkat stres akademik yang memuncak terbukti memiliki peluang lebih besar untuk mengalami keluhan lambung.

Lalu, bagaimana caranya agar adaptasi belajar tetap berjalan lancar tanpa harus mengorbankan kesehatan lambung?

Pertama, manajemen waktu adalah kunci. Jangan menerapkan “sistem kebut semalam" (SKS) yang akan merampas waktu tidur dan memicu stres akut. Cicil tugasmu jauh-jauh hari.

Kedua, jadwalkan waktu makanmu. Walaupun sedang sibuk banyak tugas, usahakan perut tidak kosong dalam waktu lama. Sediakan biskuit tas sebagai penyuplai “pengganjal lapar”.

Ketiga, hindari pelarian stres yang salah. Terkadang saat tertekan karena tugas, mahasiswa sering mengonsumsi kopi berlebihan agar bisa begadang, atau mencari makanan pedas sebagai pelampiasan. Ini semua adalah pemicu iritasi dinding lambung yang sangat ampuh. Ganti secangkir kopi dengan air putih yang cukup.

Kesehatan fisik adalah modal utama untuk meraih prestasi di kampus. Mari kelola stres akademik dengan bijak, jaga pola makan, dan jadikan masa adaptasi ini sebagai proses pendewasaan, bukan penyiksaan bagi lambung.

 

Referensi:

Anas, Naufal Waly; M. Fathi Ilmawan; Peppy Nawangsasi; & I Ketut Tirka Nandaka. (2026). Stres Akademik sebagai Faktor Risiko Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah. Journal of Holistics and Health Sciences8(1), 1–13. https://doi.org/10.35473/jhhs.v8i1.696

51

Subscribe newsletter

Dapat email setiap kali Internal Medicine Chronicle publish post baru. Tanpa spam, unsubscribe kapan saja.

Privacy: email kamu cuma dipakai untuk kirim post baru dari blog ini. Tidak di-share, tidak di-jual.

Komentar (0)

Memuat komentar…

    Tentang Penulis

    Internal Medicine Chronicle

    Lihat semua artikel →

    Artikel Terkait dari RIFQI FADHIL MAULANA

    Topik Serupa

    Bacaan Lain di Blog Unila

    Tulisan terkait dari penulis lain — kurasi otomatis berdasarkan kategori & tag.